Kamis, 29 September 2011

Dinamika Kelompok

a. Tahapan Pembentukan Kelompok

Perkembangan sebuah kelompok selalu berbeda satu dengan yang lainnya. Namun demikian, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk membentuk sebuah kelompok. Berikut ini adalah beberapa tahapan dalam pembentukan kelompok.

Forming. Forming adalah tahap orang berkumpul dan membentuk sebuah kelompok. Pada suatu kegiatan, tidak sedikit peserta yang mengikutinya karena penugasan. Kondisi seperti ini tidak jarang menimbulkan perasaan was-was maupun keraguan di hati peserta tersebut. Beberapa pertanyaan yang mungkin muncul adalah “Apakah saya dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik?” atau “Apakah saya dapat berbaur dengan peserta yang lain?”. Seorang fasilitator diharapkan dapat memastikan bahwa setiap peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut merasa nyaman dengan lingkungan barunya tersebut. Berikan perhatian secara khusus kepada peserta. Berikan waktu kepada para peserta untuk saling mengenal satu sama lain. Pada kesempatan ini, fasilitator dapat pula menggunakan permainan yang memecah kekakuan (ice breaker).

Informing. Informing merupakan tahap dimana kelompok yang baru terbentuk tersebut diberi penjelasan tentang tujuan dari kegiatan yang akan diselenggarakan. Pada tahap ini biasanya akan didapati interaksi antaranggota karena setiap peserta mulai sadar bahwa mereka menuju pada tujuan yang sama. Seorang fasilitator biasanya akan mencari titik pijak yang sama, dan membentuk visi, misi, serta tujuan kelompok. Fasilitator diharapkan dapat menggunakan kegiatan pengenalan dan agenda yang jelas.

Storming. Pada tahap ini, pembangunan peran diantara masing-masing peserta mulai terbentuk. Storming merupakan fase yang sangat penting dalam dinamika kelompok, karena pada tahap ini akan terjadi tarik menarik, uji coba, bahkan konflik. Benturan antarpribadi sangat mungkin terjadi pada tahap ini – bahkan benturan antara peserta dengan pemimpin kelompok. Seorang fasilitator diharapkan dapat memberikan dukungan kepada seluruh kelompok. Dengan mengembangkan dan menggunakan teknik-teknik fasilitasi, fasilitator juga perlu senantiasa mengingatkan peserta akan tujuan dan norma-norma kelompok. Usahakan agar fasilitator dapat menjaga terjadinya keterbukaan dan mendorong setiap peserta untuk mengatasi konflik yang terjadi.

Norming. Tahapan ini merupakan tahap stabilisasi dimana aturan, ritual, dan prosedur telah ditetapkan dan diterima oleh seluruh peserta. Peserta telah menyepakati identitas perasn sehingga terciptanya suasana kebersamaan. Jalan menuju kemajuan disepakati dan disetujui bersama. Fasilitator diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menghaluskan proses. Jika diperlukan, perbaiki atau sesuaikan norma yang ada, untuk kemudian diserahkan kembali implementasinya kepada kelompok.

Mourning. Mourning merupakan tahap akhir dari proses pembentukan sebuah kelompok. Pada tahapan ini, seluruh tugas telah selesai dikerjaan dan tujuan utama pembentukan kelompok sudah terpenuhi. Siklus kehidupan kelompok secara resmi telah berakhir. Terkadang muncul rasa sedih diantara peserta. Sebagian mulai memikirkan tugas lain yang telah menanti. Fasilitator yang baik diharapkan dapat membantu peserta dalam mempersiapkan masa transisi dari pembentukan kelompok menuju bubarnya kelompok. Pastikan bahwa ada semacam ‘ritual’ perpisahan, baik secara individu maupun secara kelompok.

Transforming. Pada tahapan ini, tim telah menjadi dinamis karena pembentukan kelompok sudah terjadi dan mulai ada perubahan baik di masing-masing peserta maupun pada kelompok secara keseluruhan. Sebagai seorang fasilitator, diharapkan dapat menunjukkan dukungan dan rasa percaya kepada kelompok. Hargai perubahan yang terjadi dengan memberikan pujian. Yang perlu diingat adalah sebaiknya pujian yang diberikan tidak berlebihan.

b. Keunikan Kelompok

Yang menarik adalah setiap kelompok selalu memiliki dinamikanya sendiri. Menyikapi hal tersebut, seorang fasilitator sebaiknya dapat berperan sebagai penyeimbang – balancer – agar dinamika kelompok dapat mencapai hasil yang diinginkan – performing. Untuk menyeimbangkan dinamika kelompok, fasilitator perlu mengkombinasikan berbagai teknik fasilitasi seperti menyimak, mengamati, bertanya, probing, menyimpulkan, mengelola perbedaan pendapat, maupun memberikan dorongan – encouraging. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu fasilitator membangun kelompok, antara lain adalah belajar memahami sebanyak mungkin karakter dan sifat-sifat individu ketika ia menjadi anggota kelompok; membentuk kelompok diskusi yang kecil sehingga memungkinkan setiap anggota menyumbangkan pikiran dengan bebas; serta jangan sungkan untuk meminta bantuan seseorang di luar kelompok jika diperlukan.

Dalam sebuah kegiatan kelompok, sangat penting bagi seorang fasilitator untuk melakukan identifikasi secara cepat mengenai perilaku konstruktif serta karakteristik masing-masing peserta. Identifikasi ini akan memudahkan fasilitator dalam mengorganisir dinamika dalam kelompok. Berikut ini adalah beberapa perilaku konstruktif, ciri-cirinya, serta karakter dan intervensi yang dapat dilakukan oleh fasilitator.

Perilaku Konstruktif
Inisiator. Peserta ini memiliki ciri-ciri selalu aktif mengusulkan gagasan baru untuk didiskusikan serta selalu muncul dengan pendekatan baru untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul.
Pemberi opini. Peserta ini biasanya menyampaikan pandangan yang relevan dan siap menawarkan solusi.
 Pembangun. Peserta ini biasanya mengembangkan pandangannya dari pendapat orang lain yang terlebih dahulu telah disampaikan.
Pemberi klarifikasi. Dicirikan dengan selalu memberikan contoh-contoh relevan, menawarkan alasan, mencari pengertian dan pemahaman, melakukan klarifikasi atas masalah.
Penguji. Biasanya selalu mengangkat pertanyaan-pertanyaan untuk ‘menguji’ apakah kelompok sudah siap mengambil keputusan.
Pembuat kesimpulan. Peserta ini biasanya melakukan review atas diskusi dan menyimpulkannya.
Penantang. Selalu menantang kelompok agar berpikir krtitis tentang gagasan mereka sendiri.
Pereda ketegangan. Peserta tipe ini biasanya senantiasa menggunakan humor atau meminta rehat pada saat-saat yang tepat.
Pencari kompromi. Ia biasanya mengalah sewaktu dibutuhkan agar kelompok dapat melangkah maju.

Pencipta keharmonisan. Peserta seperti ini biasanya selalu membantu menciptakan suasana harmonis.
Pemberi semangat. Ia selalu memberi semangat kepada yang lain, bersikap ramah dan memuji.
Penjaga gawang. Ia menjaga agah komunikasi berjalan lancar dan mendorong partisipasi.
Karakter peserta dan intervensi yang dapat dilakukan guna menjaga dinamika kelompok

Pendiam. Orang pendiam harus dihargai apapun bentuk partisipasi mereka. Pada saat di luar ruang pertemuan, berikan semangat. Berikan umpan balik pribadi secara tersendiri. Berikan kesempatan memperoleh materi sebelumnya agar dapat mempersiapkan diri. Luangkan waktu bersama. Bersabarlah. Undang bicara dan cari tahu bagaimana pemahamannya atas isi pertemuan. Dorong kelompok agar membantunya belajar. Bentuklah kelompok diskusi kecil.

Agresif. Cari penyebabnya dan hilangkan jika memungkinkan. Berikan umpan balik. Ubah komposisi kelompok. Ingatkan kelompok tentang norma belajar. Hadapi perilakunya ketika terjadi dan perkuat perilaku lain ketika terjadi. Bentuk kelompok alternatif non-agresif. Diskusikan akibat perilakunya dengan seluruh anggota kelompok.

Dominatif. Luangkan waktu, berikan umpan balik. Catat tingkat partisipasinya. Buat kelompok dengan anggota yang memiliki karakteristik serupa. Undang agar ikut bertanggung jawab atas peran peserta yang lain. Kembangkan sikap asertif terhadap orang lain.

Menarik diri. Cari alasannya. Berikan peran padanya saat memberikan tugas kepada kelompok. Perkuat, berikan semangat. Dukung partisipasinya dan berikan tanggung jawab khusus. Tempatkan pada kelompok yang mau memberikan dukungan. Terima keputusannya dan bersabarlah. Dorong terus partisipasinya.

Pelawak. Ingatkan kelompok akan manfaat dan penyalahgunaan humor. Hadapi perilakunya. Berikan umpan balik – beri waktu agar bisa berubah. Dukung perilaku peserta yang berbeda dengan perilaku orang ini.

Penyendiri. Tunjukkan sikap menerima. Berikan umpan balik jika sesuai. Berikan dukungan khusus. Alokasikan peran atau tanggung jawab khusus. Dukung – ciptakan kesempatan untuk meraih penghargaan.

dikutip sepenuhnya dari: http://www.itpipopular.org

Sabtu, 10 September 2011

VISIT JAMBI !!!

OLEH : KAROLIN ANGGELINA

Di wilayah Kota Jambi, obyek wisata yang ada lebih banyak didominasi oleh obyek wisata buatan seperti taman rekreasi, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta; museum & situs peninggalan bersejarah; wisata budaya, belanja & wisata kuliner; serta hiburan rekreasional lainnya yang umumnya terdapat di wilayah perkotaan. Sementara obyek wisata alam lebih banyak terdapat di kawasan kabupaten di dalam Provinsi Jambi.

Sebagian besar obyek wisata di Jambi saat ini belum semuanya dapat dikelola dengan baik oleh Pemerintah, walaupun usaha ke arah itu terus dilakukan, terutama dalam pengelolaan situs/obyek peninggalan bersejarah, obyek wisata alam dan hutan lindung beserta isinya
Oleh karena keterbatasan Pemerintah tersebut, diharapkan masyarakat berperan aktif untuk menjaga kelestarian dan keindahan dari obyek-obyek wisata yang ada, agar semua pusaka alam Jambi dapat terus dinikmati & memberi manfaat bagi dari generasi ke generasi.

Beberapa obyek wisata di Kota Jambi yang layak anda kunjungi, antara lain :
..::: Taman Mini Jambi & Taman Rimba :::..
Kawasan obyek wisata budaya, taman rekreasi dan sarana olahraga.
1. Lokasi : Jl. Sunaryo, Kecamatan Jambi Selatan, 7 km dari pusat kota dan 500 m dari Bandara Sultan Taha
2. Wisata : Taman hiburan dan rekreasi seluas 18 ha
3. Fasilitas : - Rumah adat dari 6 kabupaten-kota se-Provinsi Jambi
- Bangunan gedung permanen
- Stadiun terbuka dengan sistem penerangan
- Tempat parkir luas
- Terdapat pintu masuk (gapura) & dikelilingi pagar
- Kebun binatang & taman, dengan flora & fauna yang dilindungi
4. Keterangan : Merupakan kawasan yang pernah digunakan untuk penyelenggaraan MTQ Nasional ke-18 tahun 1997, setelahnya biasa digunakan sebagai pusat kegiatan perayaan event-event penting baik oleh pemerintah maupun swasta

..::: Tanggo Rajo :::..

Kawasan di depan Rumah Dinas Gubernur yang berada di pinggir Sungai Batanghari, merupakan kawasan dengan panorama dan pusat jajanan murah
1. Lokasi : Kawasan di depan Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jl. Sultan Taha, Kecamatan Pasar Jambi
2. Wisata : Wisata kuliner dan panorama dari tepi Sungai Batanghari
3. Fasilitas : - Area pusat jajanan yang tertata rapi
- Jalan aspal & tangga hingga ke pinggir sungai Batanghari
4. Keterangan : Merupakan kawasan yang sering dikunjungi sebagai tempat rekreasi keluarga menikmati panorama sungai Batanghari, memancing, atau menikmati jajanan di sepanjang jalan raya di pinggir sungai. Dari Tanggo Rajo inilah tiap tahun Gubernur melambaikan bendera start dalam event tahunan Lomba Perahu Tradisional, dalam rangka HUT RI, 17 Agustus.

..::: Hutan Kota Mayang Mangurai - Jambi :::..

Kawasan agro wisata, rekreasi dan sarana outbound serta perkemahan
1. Lokasi : Kecamatan Kota Baru, 7 km dari pusat kota
2. Wisata : Hutan kota seluas 10 ha di Paal 10 dan 10 ha di Paal 11
3. Fasilitas : - Bangunan pendopo peristirahatan dilengkapi toilet
- Tempat parkir luas
- Taman, dengan flora & fauna yang dilindungi
- Kolam luas
4. Keterangan : Merupakan kawasan yang digunakan sebagai pusat konservasi hutan kota, pengembangan bibit gaharu yang dikelola oleh Kantor Kehutanan Kota Jambi, wisata outbound, & taman rekreasi keluarga. Lokasi tidak jauh dari pusat kota.

..::: Gelora (Gelanggang Olah Raga) Kota Baru Jambi :::..

Gedung olahraga dan kegiatan olahraga lainnya, serta pentas pagelaran musik, baik di dalam maupun di luar ruangan
1. Lokasi : Jl. H. Agus Salim, Kecamatan Kota Baru, 6 km dari pusat kota
2. Wisata : Olahraga dan kegiantan kesenian
3. Fasilitas : - Bangunan gedung olah raga diatas area seluas 40.884 m²
- Tempat parkir luas
- Taman, lapangan sepakbola mini
- Dojo Judo disebelahnya, gedung Senam didepannya
4. Keterangan : Merupakan kawasan yang digunakan sebagai pusat kegiatan berbagai cabang olahraga, seperti Tarung Drajad, Judo, Senam, Jogging maupun kegiatan lain seperti pagelaran seni, dll. Lapangan terbukanya sering digunakan untuk berbagai acara seperti pentas musik, otomotif dll.

..::: Kolam Renang Tepian Rajo - Kota Baru Jambi :::..

Kolam renang standard international
1. Lokasi : Jl. Kapt. Sujono, Kecamatan Kota Baru, 6 km dari pusat kota
2. Wisata : Renang, polo air dan water boom
3. Fasilitas : - Kolam renang standard international & kolam anak-anak
- Tempat parkir luas & taman, luas area 3 ha
- Water boom mini
4. Keterangan : Merupakan kolam renang yang digunakan sebagai pusat kegiatan cabang olahraga renang dan polo air. Rutin digunakan berbagai sekolah di Kota Jambi sebagai tempat latihan renang. Pada hari libur selalu dipenuhi pengunjung terutama anak-anak di fasilitas water boomnya.

..::: Taman Ria Remaja - Kota Baru Jambi :::..

Taman rekreasi dan tempat pagelaran seni yang sering digunakan oleh pelajar se-kota Jambi
1. Lokasi : Jl. H. Agus Salim, Kecamatan Kota Baru, 4 km dari pusat kota
2. Wisata : Taman rekreasi dan pentas pertunjukan
3. Fasilitas : - Taman rekreasi seluas 2 ha yang rimbun oleh pepohonan,
sering digunakan pula sebagai pentas seni
- Tempat parkir luas & taman
4. Keterangan : Sering digunakan berbagai sekolah di Kota Jambi sebagai tempat pagelaran tari, musik, pertandingan kesenian, dll.

..::: Taman Anggrek Sri Soedewi :::..

Taman pengembangan tanaman anggrek, baik lokal maupun anggrek Nusantara
1. Lokasi : Jl. A. Yani, Kecamatan Telanaipura, 6 km dari pusat kota
2. Wisata : Taman botani dan rekreasi
3. Fasilitas : -

- Taman rekreasi seluas 25.056 m² yang rimbun oleh pepohonan, dan berbagai jenis anggrek yang dikembangkan di taman ini.
Kantin, kolam ikan, dll.
4. Keterangan : Anggrek merupakan kekayaan flora yang dimiliki Indonesia, bunga yang tumbuh di hutan hujan tropis ini diduga masih banyak terdapat di pedalaman Jambi.

..::: Taman Mayang Mangurai - Telanaipura :::..

Di taman ini terdapat Rumah Adat Jambi, Kajanglako, dan perlengkapan adat
1. Lokasi : Jl. Atmadibrata, Kecamatan Telanaipura, 6 km dari pusat kota
2. Wisata : Taman dengan bangunan Rumah Adat Jambi, Kajanglako. Didalamnya terdapat koleksi peralatan pengantin Jambi dan pakaian adat kabupaten kota se-Provinsi Jambi
3. Fasilitas : -

- Taman yang penuh pepohonan dengan bangunan Rumah Adat Jambi, berada diatas area seluas 0,75 ha.
Tepat berada disebelah Kantor Gubernur Jambi, dan masih berada dalam kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi.
4. Keterangan : Taman ini bersebelahan dengan Kantor Gubernur dan berhadapan dengan Kantor DPRD Provinsi Jambi yang megah. Di dalam Rumah Adat tersimpan koleksi perlengkapan adat-istiadat Jambi

..::: Sanggar Batik & Kerajinan PKK Provinsi Jambi :::..

Tempat pemasaran berbagai kerajinan karya ibu-ibu PKK se-Provinsi Jambi
1. Lokasi : Jl. Sri Soedewi, Kecamatan Telanaipura, 4 km dari pusat kota
2. Wisata : Merupakan tempat pemasaran berbagai macam batik khas Jambi, tenun Songket Jambi, sulaman benang emas, kerajinan anyaman rotan/bambu, ukiran kayu, perhiasan batu-batuan, bros dari sisik ikan dan berbagai macam hasil kerajinan khas Jambi. Sanggar ini dikelola PKK Provinsi Jambi sebagai tempat pelatihan membatik dan kerajinan tangan lainnya. Buka setiap hari pada jam 09.00 - 16.00 WIB

..::: Dekranasda Jambi :::..

Tempat pemasaran berbagai kerajinan karya pengrajin se-Provinsi Jambi
1. Lokasi : Jl. Sudirman (depan Mapolda) Kecamatan Jambi Selatan, 4 km dari pusat kota
2. Wisata : Merupakan tempat pemasaran berbagai macam batik khas Jambi, kerajinan anyaman rotan/bambu, ukiran kayu dari Betung, perhiasan batu-batuan dan berbagai macam hasil kerajinan khas Jambi. Selain itu juga tersedia produk makanan & minuman khas Jambi seperti, kopi, teh kayu aro, dodol nanas tangkit, keripik dan dodol kentang Kerinci, dll.

..::: Pasar Keramik :::..

Pasar penjualan keramik & kristal hiasan
1. Lokasi : Jl. Sisingamangaraja, belakang bioskop Mega, Pasar Jambi
2. Wisata : Merupakan tempat pemasaran berbagai macam jenis keramik, kristal hias & barang-barang import lainnya

..::: Obyek Wisata Danau Sipin :::..

Wilayah dengan wisata alam berupa kawasan perairan yang mengelilingi sebuah pulau (Pulau Pandan).
1. Lokasi : Kecamatan Telanaipura, 4-7 km dari pusat kota dan 10 km dari Bandara Sultan Taha
2. Wisata : Kawasan dengan panorama alam seluas 200 ha dengan pulau seluas 89,2 ha. Tempat pemancingan & budidaya ikan.
3. Keterangan : Hotel Ratu (bintang 4) & Batanghari Restaurant terdapat salah satu sisinya

..::: Obyek Wisata Danau Teluk :::..

Wilayah dengan wisata alam berupa kawasan perairan yang menjadi tempat budidaya ikan air tawar secara tradisionil
1. Lokasi : Kecamatan Danau Teluk, 12 km dari pusat kota melalui Jembatan Aur Duri (3 km di seberang Kota Jambi)
2. Wisata : Kawasan dengan panorama alam dan perairan. Tempat pemancingan & budidaya ikan (keramba).
3. Keterangan : Terletak di Jambi Kota Seberang, dan telah terdapat jalan aspal menuju lokasi.

..::: Mesjid Agung Al-Falah :::..

Mesjid ini memiliki banyak tiang & tidak berdinding, sehingga lebih dikenal sebagai "Mesjid Seribu Tiang".
1. Lokasi : Jl. Sultan Taha, Kecamatan Telanaipura, bersebelahan dengan Pusat Pendidikan Islam Al-Falah, Museum Perjuangan & IPAL Benteng
2. Wisata : Wisata keagamaan, mesjid ini adalah mesjid terbesar di Kota Jambi & menjadi pusat kegiatan dan dakwah Islam. Pada masa lalu diduga merupakan pusat Kesultanan Jambi (Kampung Gedang Tanah Pilih)

..::: Kompleks Makam Rajo-rajo Jambi :::..
Wilayah pemakaman kuno yang dikeramatkan penduduk setempat
1. Lokasi : Kecamatan Telanaipura, 4 km dari pusat kota
2. Wisata : Di tempat ini dimakamkan isteri Sultan Thaha Syaifuddin, Raden Mattaher, dll.

..::: Makam Datuk Sintai :::..

Makam kuno yang dikeramatkan penduduk setempat
1. Lokasi : Kampung Pecinan, Mudung Laut, Kecamatan Pelayangan, 15 km dari pusat kota melalui Jembatan Aur Duri
2. Wisata : Makam kuno yang dikeramatkan, terletak di Jambi Kota Seberang

..::: Kampung Raja :::..

Taman Rekreasi & Restaurant yang merupakan usaha swasta
1. Lokasi : Jalan lintas lingkar barat, dekat Terminal Alam Barajo, Simpang Rimbo
2. Wisata : Selain restaurant & taman rekreasi (terdapat danau buatan & tempat pemancingan didalamnya), juga tersedia sarana outbound

Kamis, 28 Juli 2011

Lagu Minang : Ayam Den Lapeh (live)

Dear kawan sakampuang, anda pasti sudah pernah dengar lagu ayam den lapeh. Tapi mungkin belum mendengar yang versi ini. Lagu ayam den lapeh yang full di aransemen ini merupakan karya anak Tanah Datar. 




Lirik :


Luruihlah jalan Payakumbuah
Babelok jalan Kayu Jati
Dima hati indak kan rusuah
Ayam den lapeh, ohoi … ayam den lapeh
Mandaki jalan Pandaisikek
Manurun jalan ka Biaro
Di ma hati indak maupek
Awak takicuah, ohoi … ayam den lapeh
Reff:
Sikua capang sikua capeh
Saikua tabang sikua lapeh
Tabanglah juo nan karimbo
Ai lah malang juo
Pagaruyuang jo Batusangka
Tampek mandaki dek urang Baso
Duduak tamanuang tiok sabanta
Oi takana juo
Den sangko lamang nasi tuai
Kironyo tatumpah kuah gulai
Awak ka pasa alah usai
Oi lah malang denai
O hoi … ayam den lapeh
O hoi … ayam den lapeh

Rabu, 27 Juli 2011

Koleksi Banner Buatan Sendiri

1. Header blog untuk tugas sekolah




2. Banner untuk link blog (promosi)




3. Banner Promo Band (Rock, Metal, Heavy Metal, Pop)



4. Banner Grup Nasyid (Religi)


5. Logo kelas/ perkumpulan

Rabu, 20 Juli 2011

Aku Si Agent of Change di Masa Depan #1

Oleh: Hafid Rezando

Memiliki pikiran yang hebat adalah suatu kekuatan. Kalimat ini aku pahami ketika aku membaca buku “Berpikir Berjiwa Besar” yang ditulis J.Scwartz. Kemudian tulisan-tulisan tentang berpikir positif yang aku unduh dari internet juga menjadi bacaan atau artikel favoritku. Sudah menjadi kebiasaan bahwa bila aku pergi ke perpustakaan, aku paling suka membalik-balik tumpukan koran untuk mencari artikel tentang kehidupan: masalah kemiskinan, masalah ketidak adilan, masalah rendahnya kualitas SDM dan lain-lain. Way of think yang aku miliki terasa berubah ke arah positif saat duduk di bangku SMA. Saat di SMP aku termasuk anak yang suka ikut-ikutan kegiatan teman yang kurang bermakna, seperti : nongkrong penuh bengong, dan ngobrol ngidul.  
Saat duduk di bangku SMA aku punya banyak teman. Aku ajak mereka membuat kelompok belajar, dan kamipun sangat aktif belajar, juga berdebat tentang hal-hal kecil sampai hal-hal besar. Contohnya: “bagaimana pendapatmu kalau anak SD membawa hp kamera ke sekolah, bagaimana pendapatmu kalau siswa SMP atau SMA  dibebaskan untuk mengakses internet. Implikasi dari kebiasaan berdebat membuat aku dan teman-teman suka berfikir analitis dan kritis.
Salah seorang guru berkata bahwa cara berfikiru dan kelompok belajarku cukup kritis. Aku mengevaluasi diriku bersama guruku (Marjohan, M.Pd), ternyata aku memiliki pribadi yang tenang, dan amanah:  jika diberi tanggungjawab pantang menolak (alhamdulillah).
Sebuah momentum hebat dalam hidupku adalah saat aku ikut mencalonkan diri sebagai ketua OSIS. Aku tidak memperlihatkan sikap yang ambisius, namun aku sangat senang untuk menggalang keakrapan dengan banyak teman. Dalam kampanye pidato ku banyak berfokus tentang peningkatan kualitas diri dan bagaimana kami bisa tumbuh dan sukses bersama-sama- let us grow dasn develop together. Saat penghitungan suara aku menang dengan total suara  55% buatku. Aku ketua OSIS dan mulai menjalankan peran sebagai “social agent of change” di sekolahku.
Untuk menjadi maju maka kata “changing” memang punya arti yang dahsyat. Aku jugha ingat dengan ayat Al-quran: Allah pun tidak mengubah nasib umatNya, sebelum umatNya sendiri yang mengubahnya.  Oleh sebab itu perubahan ke arah yang baik perlu dilakukan. Selama menjadi ketua OSIS SMAN 3 dan didukung oleh teman-teman aku/kami bisa sukses dalam menjalankan program ekskul (pramuka, silat, program pengembangan diri yang lain).
Peran sebagai “agent of change” di rumah adalah seperti ikut melibatkan diri dalam organisasi pemuda. Aku ikut kegiatan tentang remaja: kegiatan kesenian, olahraga dan juga bakti sosial ke panti jompo dan panti asuhan. Kami melaksanakan kegiatan hiburan dan pelayanan kebersihan.
Aku ingin menjadi “agent of change” dalam level  yang lebih luas untuk masa depan. Kelak bila aku menjadi mahasiswa, aku akan akan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial di kampus (senat, BEM, menwa, dll) dan di luar kampus, misal: di HMI, kegiatan sosial di kelurahan, di mesjid. Mengelola waktu sangat penting agar kuliah ku tidak amruk. Maka sejak dahulu (di SMP) dan sekarang (di SMA) dan selanjutynya di Perguruan Tinggi aku akan tetap melakukan banyak aktivitas melalui pengelolaan waktu yang tepat. Ini berguna agar kuliah ku dan peranku dalam kegiatan kampus dan di luar kampus dapat aku laksanakan dengan baik. 

*tulisan ini dibuat sebagai syarat pengajuan suatu beasiswa di sebuah perguruan tinggi.

Aku Si Agent of Change di Masa Depan

Oleh: Hafid Rezando

Aku adalah orang yang lebih senang berpikir tentang lingkungan sosial dan biologis dibandingkan memimikirkan permasalahn fisika ataupun matematika. Aku lebih senang memikirkan bagaimana cara kita manusia untuk saling menghargai, memikirkan bagaimana caranya agar diskriminasi dalam bidang apapun bisa musnah, dan keadilan bisa ditegakkan dibandingkan memikirkan berapa kelajuan jet tempur  yang kita lihat  dari bumi ataupun volume sebuah silinder raksasa. Hal yang mungkin sedikit berlawanan dengan pen jurusanku di SMA.  Menurutku tidak ada salahnya seorang anak ipa memikirkan sesuatu yang lebih menjurus ke ips. Apa ini adalah hasil pewarisan sifat dari kedua orang tua ku yang berlatarbelakangkan ips dan kuliah di ilmu hukum? Saya rasa tidak karena menurut genetika, ilmu yang diperoleh selama sma sama sekali tidak diwariskan kepada keturunannya. 
Hal ini juga lah yang mungkin mendorongku untuk selalu aktif dikegiatan organisasi. Sejak dari kelas satu SMP aku telah dicalonkan oleh teman-temanku untuk menjadi ketua OSIS. Aku mulai belajar bagaimana demokrasi itu secara langsung tidak hanya dari buku tebal terbitan pengarang terkenal. Mulai dari merancang visi dan misi untuk perubahan sekolah ke yang lebih baik, hingga menyuarakannya ke setiap sudut di sekolah.  Mungkin aku belum beruntung setelah dua periode dicalonkan menjadi ketua OSIS namun aku masih saja  gagal. Menurutku tidak ada kerugian yang aku dapat dari kegagalan itu, malah sebaliknya. Tidak menjadi ketua OSIS pun aku tetap bisa menyuarakan gagasan-gagasan yang  ku punya dan aku pun mendapat banyak hikmah dan pengalaman dari semua itu.
Menurutku perubahan itu adalah sesuatu yang mutlak dilakukan. Allah pun tidak mengubah nasib umatNya, sebelum umatNya sendiri yang mengubahnya. Oleh sebab itu menurutku cara untuk melakukan perubahan besar itu dimulai dari melakukan perubahan-perubahan kecil yang dilaksanakan secara matang dan sempurna yaitu dengan memimpin diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang terbaik dan menjadi tauladan. Sebab menjadi tauladanlah cara yang termudah untuk mempengaruhi orang-orang yang ada disekitar kita. Hal ini telah aku terapkan ketika aku menjabat sebagai Sekretaris OSIS di SMAN 3 Batusangkar. Memang tidak semua orang beranggapan sama dengan ku, tapi itu adalah hal yang biasa, dan sesuatu yang harus kita hargai. Anggapan positif dan negatif itu selalu ada tergantung bagaimana cara kita menanggapinya.
Sampai  akhirnya aku terpilih menjadi ketua OSIS pada periode berikutnya. Berbekal pengalaman yang ku  punya dan teman-teman yang mendukungku, aku memimpin OSIS SMAN 3 Batusangkar, dan berhasil melakukan perubahan-perubahan kecil pada SMAN 3 Batusangkar yang mudah-mudahan bisa berdampak besar pada masa yang akan datang. Untuk kedepannya aku masih ingin tetap menyauarakan ide-ide perubahan ke arah yang lebih baik mungkin dimulai dari organisasi-organisasi masyarakat yang ada disekitarku hingga nantinya jika aku bisa lulus keperguruan tinggi aku ingin menjadi bagian dari organisasi kemahasiswaaan. Karena menurut ku  itu adalah suatu langkah awal yang baik untuk melakukan perubahan-perubahan kecil yang dilakukan dengan baik dan sempurna hingga terciptalah sebuah perubahan besar. Aku yakin nantinya aku bisa merubah orang-orang disekitarku dan minimal aku akan merubah keluarga ku karena menurutku aku punya tiga kekuatan dashyat yaitu mimpi (niat dan kemauan), usaha (ulet, pantang menyerah, doa dan tawakal), dan semangat (ridho orang tua dan dukungan sahabat).

Rabu, 13 Juli 2011

Asal-Usul ANTIK SMAN 3 Batusangkar

          ANTIK adalah sebutan untuk angkatan ke 5 SMAN 3 Batusangkar. Nama ANTIK sendiri merupakan singkatan dari Angkatan Tigo Kapalo.Penjelasan lebih lanjutnya nama ANTIK terinspirasi dari tiga orang yang telah menjadi pemimpin (Tigo Kapalo sekolah-red) SMAN 3 Batusangkar. Selama tiga tahun ditempa dan diterpa di sekolah unggulan Kabupaten Tanah Datar, anak-anak ANTIK telah merasakan di pimpin oleh tiga orang hebat dengan karakter kepemimpinan yang berbeda. Drs. H Darisman, M. Pd, sebagai salah seorang pencetus sekaligus kepala sekolah pertama SMP-SMA Negeri Unggul Tanah Datar yang sekarang menjadi SMPN 5 Batusangkar dan SMAN 3 Batusangkar. Beliau dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat disiplin. Sekarang beliau menjabat sebagai kepala dinas pendidikan kabupaten Tanah datar.           

             Pada tahun 2009 ANTIK di pimpin oleh Drs. Masrizal Boer, sosok pemimpin yang sangat demokratis. Selanjutnya sosok pemimpin yang telah sukses mengantarkan ANTIK lulus UN 100% dan mendapatkan peringkat 1 di Kabupaten Tanah Datar adalah Drs. H. Rosfairil. Kepala sekolah yang cukup akrab dengan para siswa ini sangat gigih dalam melanjutkan program keunggulan di SMAN 3 Batusangkar sehingga hal ini menumbuhkan motivasi-motivasi untuk lebih berprestasi kepada seluruh komponen SMAN 3 Batusangkar khususnya bagi siswa-siswi SMAN 3 Batusangkar.
             

Cinta Tanpa Mata

Cinta Tanpa Mata
Oleh : Hafid Rezando
Lengkap dengan saluak dan suntiang pasangan itu tengah terlihat bahagia oleh ku, menyambut sisa-sisa hari yang akan mereka lalui berdua.
Selasa, 06 Februari 2009 dia menginjakkan kaki di tempat ini. Tempat yang menurut banyak orang adalah tempat yang tidak selayaknya ada. Tapi harus bagaimana lagi, tidak banyak yang bisa dia lakukan. Dia harus tinggal di tempat ini, karena semua anak dan cucunya tengah sibuk mengais rejeki di rantau orang. Sebut saja namanya Darwis, nama yang tidak pernah ku temukan lagi pada teman-teman seangkatanku. Dengan langkah yang kokoh dan tegar walaupun terlihat ototnya sudah mulai keriput ia berangkat sendiri dari kampungnya yang berada sekitar 20km arah barat Kota Batusangkar. Sambil mengangkat dua tas berukuran sedang ia masuk ke ruang administrasi. “Pak ambo ka tingga disiko”, katanya pada salah seorang pegawai di tempat itu. “Silahkan duduak dulu apak disiko, wak ambiak berkas administrasinyo dulu”, sahut pegawai itu.
Sebenarnya kedatangan Pak Darwis telah diketahui sebelumnya, karena anaknya telah terlebih dahulu menghubungi panti social ini. Setelah beberapa lama diinterview akhirnya ia diperbolehkan untuk tinggal di tempat ini. Kemudian salah seorang pegawai lainnya mengantarkan Pak Darwis ke wisma papaya. Wisma yang tidak terlalu jauh dari mesjid yang ada di komplek ini. Jam pun menunjukkan pukul setengah enam, sebentar lagi azan magrib pun berkumandang. Pak Darwis pun diajak temannya untuk segera melaksankan shalat maghrib berjamaah di mesjid. “Darwis, capeklah pai ka musajik wak lai, langsuang baok sia nasi”, ajak temannya. “Yo tunggu sabanta samo kito pai”, sahut Pak Darwis.
Mulai hari itu Pak Darwis mulai bersosialisasi dengan penghuni panti lainnya. Bermacam-macam cerita ia dapatkan tiap hari. Hingga ia merasa cukup beruntung karena kisah hidup yang dialaminya tidak begitu sepahit kisah hidup teman-teamnnya. Bahkan ada beberapa orang temannya yang sengaja dibuang begitu saja oleh anaknya, tidak pernah dikunjungi oleh anaknya lagi, bahkan sudah dianggap tiada oleh anaknya. Beruntung anak Pak Darwis masih setia mengunjungi Pak Darwis sekali dua bulan. Hari demi hari Pak Darwis lalui disana. Pak Darwis yang dahulunya adalah seorang tentara, masih terlihat disiplin dalam menghadapi hidupnya di panti jompo ini. Pak darwis selalu bangun sebelum waktu subuh masuk. Terkadang ia juga sering menjadi muazim untuk mengumandangkan azan subuh. Setelah selesai melaksanakan sholat subuh Pak Darwis lari pagi disekitar komplek. Sehingga pola hidupnya yang teratur membuat tubuhnya masih terlihat segar dibandingkan orang lain yang seusianya. Mungkin karena ini juga cukup banyak nenek-nenek yang senang bergaul dengan Pak darwis. Sebut saja salah satunya adalh Mak Ana.
Mak Ana adalah seorang nenek yang telah mendiami panti jompo itu selama kurang lebih tiga tahun. Cukup senior (menurutku). Mak Ana masuk panti jompo sejak suaminya menginggal. Mak Ana hanya tinggal sebatang kara karena ia tidak mempunyai anak. Memang Mak Ana punya saudara, tapi semua saudaranya berada jauh dirantau orang, di Makasar. Mak Ana lah yang senantiasa bersedia memperkenalkan lingkungan sekitar panti jompo ini kepada Pak Darwis. Mak Ana juga sering mengambilkan sia nasi Pak Darwis ketika Pak Darwis terlihat letih. Mungkin diam-diam Mak Ana tertarik dengan Pak Darwis.
Suatu ketika, saat Panti Sosial Tresna Werdha akan merayakan hari Lansia(lanjut usia). Seluruh penghuni panti dikumpulkan ke ruang pertemuan yang cukup besar yang berada di panti itu. Tidak terkecuali Pak Darwis dan Mak Ana yang yang datng secara berbarengan. Pertemuan pun dimulai, acara pertama yaitu sambutan dari kepala panti. Setelah mendengar penjelasan dari kepala panti bahwa akan diadakannya berbagai kegiatan perlombaan untuk merayakan hari lansia yang akan dirayakan bersama-sama seluruh panti jompo yang ada di Sumatera Barat. Kegitan tersebut di pusatkan Panti Jompo Sabai Nan Aluih yang berada di Sicincin.
Kegiatan yang akan diadakan antara lain: lomba pop minang, lomba mars lansia, lomba baca puisi dan terakhir lom menari berpasangan. Tentu saja semua lomba tersebut diperuntukkan buat lansia. Pegawai panti pun mendata siapa saja yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Satu persatu pegawai panti tersebut menyebutkan nama-nama yang akan ikut,” Pak Nurulis ikuik lomba baco puisi, Mak Nuriah ikuik lomba pop minang, untuk tari berpasangan ambo alun dapek urangnyo lai apak-apak baa sarancaknyo?’’. “Pak Darwis jo Mak Ana jo lah yang ikuik baanyo pak?, juru masak panti mengusulkan. “Oo..,iyo rancak tu ma!”, jawab pegawai itu. Langsung saja ia menanyakan persetujuan Pak darwis dan Mak Ana. “Lai nio apak jo amak ikuik tari tu?”, tanya pegawai itu. “Baa mak lai nio?”, tanya Pak Darwis kepada Mak Ana. “Awak nio pak”, jawab Mak Ana.
Tentu saja Mak Ana langsung setuju, dahulu waktu muda mak Ana adalah seorang penari adat yang cukup tenar di kampungnya. Sejak ia duduk dibangku sekolah rakyat Mak Ana telah mulai menari di acara-acara adat dikampungnya. Walaupun sekarang ia sudah tua dan keriput namun tubuhnya masih sanggup untuk menari-nari. Mendengar jawaban Mak Ana yang begitu semangat Pak Darwis pun tidak tega untuk tidak setuju mengikuti acara itu. Padahal Pak Darwis tidak bisa dan tidak pernah menari. “Oy, Ana ambo yobana ndak pandai manari-nari ko”, Pak Darwis memberi penjelasan. “Tanang jo lah Pak, bia ambo ajakan”, Mak Ana meyakinkan Pak Darwis.
Beberapa hari sudah Pak Darwis dan Mak Ana lalui untuk latihan menari. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Semua peserta dari bersiap-siap panti jompo Batusangkar bersiap-siap untuk segera berangkat dengan bus dinas sosial yang telah standby disana. Setelah kurang dari dua jam perjalanan rombongan dari Batusangkar pun tiba di Sicincin. Terlihat suasana yang begitu ramai disana. Para lansia se-Sumatera Barat sedang berkumpul dan sebentar lagi akan saling unjuk gigi. Acara pun segera di mulai Pak Darwis dan Mak Ana tampil pertama. Sungguh tidak disangka penampilan Pak darwis dan Mak Ana tampil dengan begitu memesona. Penampilan mereka begitu banyak menyita perhatian dari penonton dan merekapun mendapat standing aplause dari dewan juri. Hasilnya pun sudah bisa ditebak, dan tidak meleset dari perkiraanku. Pak Darwis dan Mak Ana berhasil memperoleh juara satu untuk kategori tari berpasangan. Hal ini juga merupakan kemenangan satu-satunya yang diperoleh panti jompo Batusangkar. Begitu bangga dan senangnya perasaan yang mereka berdua rasakan.
Rombongan pun bersiap-siap untuk kembali ke batusangkar. beberapa hari setelah itu, hubungan antara pak Darwis dan Mak Ana semakin dekat. Entah sebab apa mereka berani memutuskan untuk menikah. “Pak ambo ka manikah jo Mak ana”, Pak Darwis menjelaskan keinginannya kepada pihak panti. “Apo apak yakin?”, tanya kepala panti. “Ambo yakin Pak!”, jawab Pak darwis. Kepala panti pun mengabari hal ini kepada keluarganya. Keluarga Pak darwis pun menjawab jika dengan hal itu bapak saya akan bahagia, maka saya izinkan. Kepala panti pun tidak punya alasan untuk melarang Pak Darwis dan Mak Ana untuk menikah. Memang hal ini bukanlah yang pertama kali terjadi di panti Jompo ini. Pihak panti memfasilitasi seluruh perlengkapan untuk pernikahan Pak darwis tadi. Mulai dengan menyiapkan kamar pengantin, baju untuk pernikahan, hingga acara kecil-kecilan. Tidak lupa tamu-tamu terhormat pun diundang.
“Saya terima nikahnya Ana bin Alm. Mustofa dengan sepernagkat alat sholat dibayar tunai”, ijab kabul sang kakek. “Syah, syah..”, spontan jawab para saksi. Senang bercampur dengan haru, itu lah yang yang dirasakan Pak Darwis dan Mak Ana. Kisah yang begitu membingungkan, sesuatu yang menurutku tidak mungkin terjadi teranyata disini terjadi. Apakah ini gila atau cinta itu memang tidak punya mata?

-------------------sekian---------------------

Selasa, 12 Juli 2011

Tips Memilih Bimbel

         Yaah, ga terasa bentar lagi masa putih abu-abu ini akan berakhir.hiks...hiks jadi sedih, padahal masih pengen berlama-lamaan dimasa yang kata orang masa yang paling seru ini. ya udahlah kawan, kita kembali ke misi awal menagapa kita sekolah di SMA. menurut saya SMA merupakan tempat transit kita untuk menuju pendidikan yang lebih tinggi. jadi SMA sama sekali tidak menciptakan generasi yang benar-benar siap untuk memasuki dunia pekerjaan ( ada yang tidak setuju??boleh protes ). nah maka daripada itu kita masih punya satu tahap lagi buat menjadi seorang profesional, yaitunya perguruan tinggi. wah mudah banget tu kayaknya nyebut perguruan tinggi, apa semudah itu ya memasukinya?? kayaknya gak deh,,apalagi buat masuk perguruan tinggi yang favorit. 
           Belum lagi mengkaji jurusan apa yang akan kita ambil, ribet deh. memang beginilah negeriku yang tercinta masuk kuliah aja susah, gimana caranya pemerataan pendidikan? gimana caranya peningkatan kesejahteraan rakyat? hhuaah...  kita harus ngikuti seleksi se indonesia dulu (SNMPTN) buat bisa ditrima tuh (kalo lulus juga). baru masuk ke inti permasalahannya nih kawan, agar kita bisa jebol tuh yang namanya snmptn tentunya kita butuh usaha ekstra salah satunya dengan ikut bimbel. sekarang timbul lagi pertanyaan 'saya mau ikut bimbel apa'? jadi bingung juga karena lembaga bimbel tu juga berjibun banyaknya dengan gaya yang mempengaruhi pribadi kita. baiklah kawan daripada makin bingung langsung aja ini beberapa tips memilih lembaga bimbel:
  1. kamu harus lihat bener tuh program-programnya, apa sesuai dengan kebutuhan kamu
  2. kamu harus  cari informasi seakurat mungkin, kalau perlu dari para alumni tempat dimana kamu bimbel
  3. carilah tempat bimbel yang sesuai dengan cara belajar yang paling nyaman buat kamu (biasanya lembaga bimbel punya sistim belajar yang berbeda-beda)
  4. jangan gampang tergiur dengan promosi-promosi yang menggiurkan
  5. usahakan memilih lembaga bimbel yang telah berstandar nasional
  6. berpikirlah secara rasional tentang harga yang di patok oleh lembaga bimbel tersebut
nah gimana? semoga membantu yah. tapi yang paling penting itu pribadi kita, bukanlah lembaga bimbelnya. sehebat apapun lembaga bimbel itu, kalau kita tidak punya keinginan untuk sukses yah percuma saja.





































































































































































































































































Titik Nadir dalam Kehidupanku

Essai ini sengaja saya buat untuk memenuhi persyaratan beasiswa di sebuah perguruan tinggi.28 Mei 2011

           Berawal dari aku masuk ke SMPN 5 Batusangkar yang merupakan sekolah unggulan di Kabupaten Tanah Datar. Ketika itu guru-guruku hanya menganggap aku hanya anak yang biasa –biasa saja.  setahun lebih bersekolah disana aku belum mencapai prestasi yang maksimal. Padahal ketika SD aku selalu juara kelas. Aku sangat down dengan kondisi seperti itu. Hingga akhirnya aku berpikir aku harus bangkit! Aku tidak ingin menjadi orang yang biasa biasa saja.  Satu kalimat yang menginspirasi ku, “kalau ingin sukses anda harus berani beda dari yang lain”.
        Kata-kata ini membangkitkan semangatku, aku tidak bisa melihat diriku dan orang-orang disekitarku kecewa. Oleh karena itu aku selalu berusaha terus bangkit dari setiap kegagalan yang pernah ku alami. Dengan semangat yang aku pegang teguh, aku berhasil mewujudkan mimpi-mimpi kecilku. Aku berhasil menjadi orang yang berpengaruh di OSIS, Juara 1 Olimpiade Biologi Tk. Kabupaten, peringkat atas lomba pelajaran UN (matematika, bahasa Indonesia, dan ipa)  tk. Sumbar,dll. hingga aku menamatkan SMP dengan nilai yang sangat memuaskan (dengan rata-rata 9.025).
              Melanjutkan studi ke SMAN 3 Batusangkar yang juga merupakan sekolah unggulan, aku ingin mewujudkan mimpiku yang masih tertunda. Awalnya aku berhasil menjadi ketua OSIS SMAN 3 Batusangkar, satu mimpi ku terwujud. Dengan semangat yang aku pegang teguh tadi, aku berhasil berprestasi di tingkat nasional pada ajang Astra Honda Motor Best Student 2010. Alhamdulillah setelah aku melewati titik terendah di hidupku, aku dapat bangkit dan berprstasi. Percayalah dimana ada keinginan yang kuat serta diiringi usaha Allah SWT akan membukakan jalan untuk hambaNya.