Rabu, 20 Juli 2011

Aku Si Agent of Change di Masa Depan #1

Oleh: Hafid Rezando

Memiliki pikiran yang hebat adalah suatu kekuatan. Kalimat ini aku pahami ketika aku membaca buku “Berpikir Berjiwa Besar” yang ditulis J.Scwartz. Kemudian tulisan-tulisan tentang berpikir positif yang aku unduh dari internet juga menjadi bacaan atau artikel favoritku. Sudah menjadi kebiasaan bahwa bila aku pergi ke perpustakaan, aku paling suka membalik-balik tumpukan koran untuk mencari artikel tentang kehidupan: masalah kemiskinan, masalah ketidak adilan, masalah rendahnya kualitas SDM dan lain-lain. Way of think yang aku miliki terasa berubah ke arah positif saat duduk di bangku SMA. Saat di SMP aku termasuk anak yang suka ikut-ikutan kegiatan teman yang kurang bermakna, seperti : nongkrong penuh bengong, dan ngobrol ngidul.  
Saat duduk di bangku SMA aku punya banyak teman. Aku ajak mereka membuat kelompok belajar, dan kamipun sangat aktif belajar, juga berdebat tentang hal-hal kecil sampai hal-hal besar. Contohnya: “bagaimana pendapatmu kalau anak SD membawa hp kamera ke sekolah, bagaimana pendapatmu kalau siswa SMP atau SMA  dibebaskan untuk mengakses internet. Implikasi dari kebiasaan berdebat membuat aku dan teman-teman suka berfikir analitis dan kritis.
Salah seorang guru berkata bahwa cara berfikiru dan kelompok belajarku cukup kritis. Aku mengevaluasi diriku bersama guruku (Marjohan, M.Pd), ternyata aku memiliki pribadi yang tenang, dan amanah:  jika diberi tanggungjawab pantang menolak (alhamdulillah).
Sebuah momentum hebat dalam hidupku adalah saat aku ikut mencalonkan diri sebagai ketua OSIS. Aku tidak memperlihatkan sikap yang ambisius, namun aku sangat senang untuk menggalang keakrapan dengan banyak teman. Dalam kampanye pidato ku banyak berfokus tentang peningkatan kualitas diri dan bagaimana kami bisa tumbuh dan sukses bersama-sama- let us grow dasn develop together. Saat penghitungan suara aku menang dengan total suara  55% buatku. Aku ketua OSIS dan mulai menjalankan peran sebagai “social agent of change” di sekolahku.
Untuk menjadi maju maka kata “changing” memang punya arti yang dahsyat. Aku jugha ingat dengan ayat Al-quran: Allah pun tidak mengubah nasib umatNya, sebelum umatNya sendiri yang mengubahnya.  Oleh sebab itu perubahan ke arah yang baik perlu dilakukan. Selama menjadi ketua OSIS SMAN 3 dan didukung oleh teman-teman aku/kami bisa sukses dalam menjalankan program ekskul (pramuka, silat, program pengembangan diri yang lain).
Peran sebagai “agent of change” di rumah adalah seperti ikut melibatkan diri dalam organisasi pemuda. Aku ikut kegiatan tentang remaja: kegiatan kesenian, olahraga dan juga bakti sosial ke panti jompo dan panti asuhan. Kami melaksanakan kegiatan hiburan dan pelayanan kebersihan.
Aku ingin menjadi “agent of change” dalam level  yang lebih luas untuk masa depan. Kelak bila aku menjadi mahasiswa, aku akan akan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial di kampus (senat, BEM, menwa, dll) dan di luar kampus, misal: di HMI, kegiatan sosial di kelurahan, di mesjid. Mengelola waktu sangat penting agar kuliah ku tidak amruk. Maka sejak dahulu (di SMP) dan sekarang (di SMA) dan selanjutynya di Perguruan Tinggi aku akan tetap melakukan banyak aktivitas melalui pengelolaan waktu yang tepat. Ini berguna agar kuliah ku dan peranku dalam kegiatan kampus dan di luar kampus dapat aku laksanakan dengan baik. 

*tulisan ini dibuat sebagai syarat pengajuan suatu beasiswa di sebuah perguruan tinggi.

2 komentar:

Notes Kedokteran mengatakan...

blognya bagus nih :)

teruskan ngeblog ya..

berikan informasi yg bermanfaat bagi orang lain

okeh!!

Hafid Rezando mengatakan...

trimaksih motivasinya bang..!!

blog abang jg mantap nian,..

sip!!