Rabu, 20 Juli 2011

Aku Si Agent of Change di Masa Depan

Oleh: Hafid Rezando

Aku adalah orang yang lebih senang berpikir tentang lingkungan sosial dan biologis dibandingkan memimikirkan permasalahn fisika ataupun matematika. Aku lebih senang memikirkan bagaimana cara kita manusia untuk saling menghargai, memikirkan bagaimana caranya agar diskriminasi dalam bidang apapun bisa musnah, dan keadilan bisa ditegakkan dibandingkan memikirkan berapa kelajuan jet tempur  yang kita lihat  dari bumi ataupun volume sebuah silinder raksasa. Hal yang mungkin sedikit berlawanan dengan pen jurusanku di SMA.  Menurutku tidak ada salahnya seorang anak ipa memikirkan sesuatu yang lebih menjurus ke ips. Apa ini adalah hasil pewarisan sifat dari kedua orang tua ku yang berlatarbelakangkan ips dan kuliah di ilmu hukum? Saya rasa tidak karena menurut genetika, ilmu yang diperoleh selama sma sama sekali tidak diwariskan kepada keturunannya. 
Hal ini juga lah yang mungkin mendorongku untuk selalu aktif dikegiatan organisasi. Sejak dari kelas satu SMP aku telah dicalonkan oleh teman-temanku untuk menjadi ketua OSIS. Aku mulai belajar bagaimana demokrasi itu secara langsung tidak hanya dari buku tebal terbitan pengarang terkenal. Mulai dari merancang visi dan misi untuk perubahan sekolah ke yang lebih baik, hingga menyuarakannya ke setiap sudut di sekolah.  Mungkin aku belum beruntung setelah dua periode dicalonkan menjadi ketua OSIS namun aku masih saja  gagal. Menurutku tidak ada kerugian yang aku dapat dari kegagalan itu, malah sebaliknya. Tidak menjadi ketua OSIS pun aku tetap bisa menyuarakan gagasan-gagasan yang  ku punya dan aku pun mendapat banyak hikmah dan pengalaman dari semua itu.
Menurutku perubahan itu adalah sesuatu yang mutlak dilakukan. Allah pun tidak mengubah nasib umatNya, sebelum umatNya sendiri yang mengubahnya. Oleh sebab itu menurutku cara untuk melakukan perubahan besar itu dimulai dari melakukan perubahan-perubahan kecil yang dilaksanakan secara matang dan sempurna yaitu dengan memimpin diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang terbaik dan menjadi tauladan. Sebab menjadi tauladanlah cara yang termudah untuk mempengaruhi orang-orang yang ada disekitar kita. Hal ini telah aku terapkan ketika aku menjabat sebagai Sekretaris OSIS di SMAN 3 Batusangkar. Memang tidak semua orang beranggapan sama dengan ku, tapi itu adalah hal yang biasa, dan sesuatu yang harus kita hargai. Anggapan positif dan negatif itu selalu ada tergantung bagaimana cara kita menanggapinya.
Sampai  akhirnya aku terpilih menjadi ketua OSIS pada periode berikutnya. Berbekal pengalaman yang ku  punya dan teman-teman yang mendukungku, aku memimpin OSIS SMAN 3 Batusangkar, dan berhasil melakukan perubahan-perubahan kecil pada SMAN 3 Batusangkar yang mudah-mudahan bisa berdampak besar pada masa yang akan datang. Untuk kedepannya aku masih ingin tetap menyauarakan ide-ide perubahan ke arah yang lebih baik mungkin dimulai dari organisasi-organisasi masyarakat yang ada disekitarku hingga nantinya jika aku bisa lulus keperguruan tinggi aku ingin menjadi bagian dari organisasi kemahasiswaaan. Karena menurut ku  itu adalah suatu langkah awal yang baik untuk melakukan perubahan-perubahan kecil yang dilakukan dengan baik dan sempurna hingga terciptalah sebuah perubahan besar. Aku yakin nantinya aku bisa merubah orang-orang disekitarku dan minimal aku akan merubah keluarga ku karena menurutku aku punya tiga kekuatan dashyat yaitu mimpi (niat dan kemauan), usaha (ulet, pantang menyerah, doa dan tawakal), dan semangat (ridho orang tua dan dukungan sahabat).

Tidak ada komentar: